SELAI KULIT PISANG
Siapa yang tak kenal buah pisang…??? Rasanya yang enak dan aneka olahannya yang lezat banyak digemari masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampe kalangan elit. Tapi bagaimana dengan kulit pisangnya sendiri…? Terkadang kalau kita sembarangan membuangnya bisa-bisa bikin orang kepleset.
Kulit pisang merupakan limbah pisang yang tidak bernilai ekonomi, namun melalui teknologi pasca panen tepat guna kulit pisang ini dapat diolah menjadi sebuah produk pangan yang bernilai ekonomi yakni selai pisang. Rasa dan aroma selai kulit pisang ini tidak kalah jika dibandingkan dengan selai-selai lainnya. Keuntungan lain dari segi ekonomi kulit pisang merupakan limbah yang tidak bernilai ekonomi, dan mudah diperoleh serta tersedia melimpah dilingkungan kita.
Teknologi pengolahan selai ini tidaklah sulit untuk dilakukan karena tidak memerlukan peralatan yang rumit dan bahan-bahannya juga cukup tersedia di lingkungan kita.
Peralatan yang diperlukan yaitu kompor, panic email, timbangan, pengaduk, sendok dan wadah. Untuk bahannya yaitu kulirt pisang segar, gula pasir 1 Kg, asam sitrat 3 gr, natrium benzoate 1 gr dan air bersih.
Tahapan dalam pembuatan selai kulit pisang yaitu:
Tahap awal:
Pilih kulit pisang yang masih segar dan tidak rusak, lalu kerok bagian dalam kulit pisang dengan menggunakan sendok stainless dan tampunglah dalam wadah.
Tahap kedua:
Haluskan hasil kerokan kulit pisang tersebut memakai bahan penggerus atau sendok. Lalu tambahkan air dengan perbandingan 1 bahan berbanding 1 air.
Tahap ketiga:
Tambahkan gula pasir , asam sitrat san natrium benzoate. Masak semua bahan dengan api yang stabil, terus diaduk sampai kental. Setelah kental angkat selai dan masukkan kedalam botol selai, tutup rapat.
Teknologi pemanfaatan limbah kulit pisang ini dapat dilakukan dalam skala industry rumah tangga (home industry) dan hasilnya dapat meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pisang yang dihasilkan. *by: ia
Sumber: Koran sinar tani_without date.


